Khususnyapada siswa SD yang karakternya masih suka bermain dan suasana hatinya yang kemungkinan bisa berubah˗ubah. reality dapat digunakan untuk menumbuhkan lingkungan belajar yang interaktif dan meningkatkan kepuasan Augmented Reality Untuk Desain Interior Dan Eksterior. Innovative Journal Of Curriculum And Educational Technology, 6 Bermaindi luar atau outdoor dapat menciptakan kesenangan pada anak dan dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, karena dilingkungan outdoor tersedia lingkungan dan bahan bermain yang Lingkunganbelajar anak adalah dunia bermain mereka baik di dalam (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Penataan lingkungan belajar merupakan penataan lingkungan fisik, baik di dalam maupun di luar ruangan. Penataan lingkungan termasuk seluruh asesoris yang digunakan , baik di dalam maupun di luar ruangan, seperti: bentuk dan ukuran ruang, pola pemasangan lantai, warna dan hiasan dinding, bahan dan ukuran mebeulair, bentuk, warna, ukuran, jumlah, dan bahan berbagai alat main yang thatexist in the outdoor play environment surrounded by nature tujuan di atas akan sangat membantu dalam merancang, mengkreasi, dan menghasilkan lingkungan belajar yang lebih cocok untuk anak. Memang di tempat bermain, di sekolah, maupun di lingkungan masyarakatnya yang lebih luas. Anak-anak secara aktif, baik disadarinya atau tidak CariKualitas tinggi Lingkungan Peralatan Bermain Dalam Ruangan Produsen Lingkungan Peralatan Bermain Dalam Ruangan Pemasok dan Lingkungan Peralatan Bermain Dalam Ruangan Produk di Harga Terbaik di Alibaba.com Ruangoutdoor harus menarik bagi semua indra, Talbot dan Frost (1996) mengajukan beberapa kualitas desain (misalnya sensualitas kecemelangan, cara penempatan) harus dipertimbangkanb dalam mendesain tempat bermain yang menstimulus rasa takjub dan kepekaan indra anak. Outdoor suatu kegiatan pembelajaran secara langsung dilakukan di alam terbuka dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran, kegiatan belajar sambil bermain diisi oleh permainan atau ketangkasan dalam usaha membentuk Baikpermainan indoor maupun outdoor, keduanya punya manfaat yang sangat baik untuk anak. Seimbangkanlah keduanya agar anak dapat mengasah kemampuan fisik dan mentalnya secara maksimal. Kebanyakan orangtua enggan membiarkan anaknya bermain ke luar, dengan alasan takut anak terjatuh lalu terluka dan bajunya kotor. Tenang aja, anak terluka bisa kamu obati, dan luka ini akan mengajarkannya rasa sakit dan perlunya berhati-hati. Sementara baju kotor tinggal kamu cuci saja! Sebaliknya APE outdoor merupakan sarana atau fasilitas bermain sambal belajar yang berada di luar ruangan. Perbedaan APE indoor dan outdoor, yaitu berada pada penempatan alat permainan edukatif tersebut. Apabila alat permainan edukatif berada di dalam ruangan disebut indoor dan alat permainan edukatif yang berada di luar ruangan disebut outdoor. LantaiOlahraga Dalam Ruangan. Ada berbagai jenis olahraga yang dimainkan di dalam ruangan termasuk bola basket, bola voli, gulat, tenis, dan trek, dan beberapa jenis permukaan olahraga dalam ruangan untuk mengakomodasi mereka. Saat memilih jenis lantai olahraga, Anda harus mempertimbangkan untuk apa fasilitas itu digunakan. LingkunganBermain dan Alat Permainan Anak. Lingkungan bermain dan alat permainan yang aman merupakan salah satu hal utama yang harus diperhatikan pada kegiatan bermain anak. Hoorn, Nourot, Scales, Alward (2007: 96) menyatakan bahwa setiap tahun, ribuan anak mengalami luka ketika bermain dengan mainan komersil yang tidak memenuhi standar kelayakan. mU0bAy. Merancang tempat bermain atau area bermain outdoor penting untuk Anda buat demi mendukung fase pertumbuhan buah hati Anda. Bermain merupakan salah satu cara untuk melatih kecerdasan sekaligus perkembangan motoriknya. Oleh sebab itu, membangun tempat bermain playground di samping rumah memang sangat dianjurkan. Karena disanalah anak-anak dapat bermain tanpa perlu khawatir akan keamanan dan keselamatannya. Area Bermain Outdoor yang Ideal di Samping Rumah Minimalis Mungkin, tak banyak rumah-rumah yang memiliki taman bermain anak di sekitar rumah mereka. Padahal, anak-anak pada usia tertentu sangat dianjurkan untuk bermain dan beraktivitas di luar ruangan. Dengan demikian, hal-ini dapat merangsang pertumbuhan dan memungkinkan mereka bersosialisasi dengan teman-teman. area bermain yang cocok untuk anak usia balita – Selain itu, bermain di luar ruangan memungkinkan anak-anak untuk lebih dekat dengan alam sekitar. Maka dari itu, keberadaan taman bermain anak merupakan hal yang penting untuk dibangun di samping rumah minimalis Anda. Dengan memiliki taman bermain di rumah juga memberikan manfaat tersendiri. Contohnya, Anda tak perlu membawa anak Anda ke pusat perbelanjaan atau taman hiburan setiap kali anak Anda ingin beraktivitas di luar ruangan. Rancangan Area Bermain Outdoor Anda bisa melihat artikel kami tentang contoh gambar desain taman bermain sebelum melanjutkan artikel ini. Bila Anda berencana ingin mendirikan area bermain outdoor, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan, diantaranya adalah 1. Buat perkiraan untuk area yang akan Anda gunakan sebagai taman bermain Ukur dan tentukan lokasi taman bermain untuk buah hati Anda. Pertimbangkan pula apakah taman ini akan ditempatkan di samping atau belakang rumah. Pilih lokasi yang aman dan dan mudah dipantau dari dalam rumah. 2. Letakkan setiap wahana permainan sesuai sketsa yang telah ditentukan letakkan setiap wahana permainan sesuai rancangan yang sudah ditentukan – bermain outdoor Setelah landscape taman bermain sudah dibuat sesuai sketsa awal, tempatkan fasilitas permainan sesuai posisinya. Letakkan wahana permainan satu demi satu dan pisahkan antar jenis permainan tersebut supaya tidak saling berdekatan. Beri jarak beberapa meter supaya anak Anda dan teman-temannya bisa bergerak leluasa di sana. 3. Berikan peneduh Sebaiknya Anda memberikan naungan di antara tempat bermain. Idealnya naungan tersebut berupa pohon peneduh atau kanopi. Peneduh ini bermanfaat untuk melindungi buah hati Anda dari terik matahari atau hujan. 4. Pasang setiap jenis permainan sesuai instruksi Karena kebanyakan wahana bermain bertipe bongkar pasang, maka sebelum dapat digunakan, wahana permainan tersebut harus dipasang dengan mengikuti petunjuk yang telah disediakan. Hal ini untuk menghindari resiko kecelakaan saat bermain bagi buah hati Anda. Bila wahana permainan tersebut terbuat dari bahan besi, pastikan antar penghubung besi-besinya telah dikaitkan cukup kuat supaya aman ketika digunakan. Manfaat Area Bermain Outdoor Bagi Anak Bermain di area outdoor dapat mengembangkan otak dan saraf motoriknya. Adapun manfaat lain yang di dapatkan anak jika belajar di luar ruangan yaitu 1. Menstimulasi Kinerja Motorik Anak yang bermain di area outdoor bisa bebas berlari, memanjat, melompat, atau aktivitas fisik lainnya. Ini berdampak baik untuk anak karena dapat melatih kekuatan otot dan keseimbangan tubuh. Selain itu, bermain di ruangan outdoor juga baik untuk pertumbuhan tulang dan vitamin D karena akan terpapar sinar matahari. Sinar matahari dapat berfungsi untuk mengaktifkan kelenjar pineal yang mampu mendorong otak untuk menghasilkan serotonin. Serotonin merupakan zat yang dapat bermain untuk meningkatkan suasana hati dan energi seseorang jadi lebih bahagia. Anak jadi lebih gembira, tertawa lapas, dan bersemangat. 2. Merancang Imajinasi dan Kreativitas Anak Bermain di luar ruangan sangat menyenangkan bagi anak-anak. Ini dikarenakan anak bisa melihat warna-warni alam, menyentuh barang baru, bahkan mencium dan mendengarkan suara yang berbeda sehingga berdampak baik untuk kinerja indera secara keseluruhan. Pengenalan dunia luar dapat memicu bertambahnya ilmu pengetahuan bagi anak dan mendorong kemampuan imajinasi anak. 3. Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak yang memilih area bermain outdoor mempunyai manfaat untuk pengembangan kemampuan bersosialisasi dan kerjasama anak. Anak berkomunikasi dan mengantre bergantian dengan teman sebayanya. Interaksi ini dapat berupa macam-macam gagasan dan melatih mendengarkan orang lain atau menghadapi konflik yang muncul saat bermain. Proses mengatasi tantangan dalam permainan di luar ruangan dapat meningkatkan keterampilan sosial anak. 4. Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak-anak yang mempunyai rasa minder dan malu yang besar dengan memanfaatkan area bermain outdoor . Anak dapat lebih percaya diri karena akan merasa bangga dapat menyelesaikan sesuatu yang menurutnya tidak dapat dilakukan. Selain itu, dapat membantu anak dalam mengatasi masalah psikologis seperti kegelisahan, stres, dan depresi. Anak juga akan terampil sekali dalam bergerak seperti berjalan, berlari, dan melompat. Ia lebih percaya diri untuk melakukan hal-hal di luar kebiasaan tanpa dimarahi oleh orang tuanya. Anak bebas untuk mengekspresikan emosionalnya yang sulit untuk diekspresikan di rumah. 5. Meningkatkan Kesehatan Fisik Anak yang bermain di luar ruangan dapat meningkatkan kekuatan otot. Anak akan berlari kesana kemari dengan bebas, dengan begitu anak akan mudah berkeringat dan membakar lemak jahat. Ini juga sangat baik untuk anak Anda yang mempunyai berat badan berlebih. Selain itu,bermain di luar ruangan juga dapat meningkatkan kesehatan kardiovaskular berkaitan dengan jantung dan pembuluh darah yang akan berdampak baik dalam meningkatkan harapan hidup anak. 6. Melatih Tanggung Jawab Saat ini Anda sebagai orang tua tidak perlu lagi menggunakan cara kuno agar anak mampu bertanggungjawab. Anda hanya perlu membiasakan anak untuk bersentuhan dengan alam. Bermain di alam dapat membuat anak belajar menerapkan cinta kasih terhadap makhluk lain, menyayangi hewan, dan peduli lingkungan. Anak yang sering menggunakan area bermain outdoor juga dapat mengontrol dirinya sendiri dan membiasakan diri untuk mengatur sesuatu dengan baik. Misalnya bagaimana cara anak dapat berjalan tanpa jatuh, bagaimana bermain sepeda tanpa jatuh, dan lain sebagainya. Kegiatan itu dapat dilakukan karena anak dapat mengontrol dirinya sendiri. 7. Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anda yang memanfaatkan area bermain outdoor untuk pendidikan informal bagi anak ternyata dapat meningkatkan kemampuan bahasa. Bermain dengan teman sebaya dapat meningkatkan komunikasi dengan temannya. Ini berbeda dengan anak yang hanya bermain di rumah saja, anak akan menjadi pendiam dan pasif. Anak akan dilatih untuk mengutarakan keinginannya pada orang lain saat berada di luar rumah. 8. Mencegah Rabun Jauh Aktivitas outdoor dapat mencegah terjadinya rabun jauh. Anak yang menggunakan area bermain outdoor dapat mencegah miopi sebanyak 50% jika menghabiskan 1 jam dalam sehari di luar ruangan. Miopi sendiri merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan anak tidak mampu melihat objek dalam jarak jauh. Faktor memicu terjadinya miopi adalah sering bermain gawai atau TV terlalu dekat. Apabila anak sering bermain di luar ruangan, anak akan melihat alam dan menjauhkan gawai dari kebiasaannya. Dengan begitu, anak akan terhindar dari rabun jauh bahkan bisa menyembuhkan rabun jauh yang belum terlalu parah. Selamat mencoba. Demikian ulasan kami tentang cara membangun area bermain outdoor untuk buah hati Anda, Anda juga bisa membaca artikel kami tentang desain taman bermain outdoor yang cocok untuk buah hati Anda. Semoga bermanfaat. ls editted by AL270121, 16/07/2022 by diminimalis. *Primary authors are Ali Thiel and Oby Ekwueme Kickball. Soccer. Mudpies. Climbing trees. Is there anything more fun in the world than playing? Pure, childlike freedom where anything is possible and anything goes. Nowadays, much of play is indoors. Computer games. TV. PS3 or whatever version they’re on now. Something seems to be missing Joy? Shared connection? The carefree laughter has been replaced by the quick jabs of a controller. Recent studies tell us why indoor play is detrimental to children’s growth. Outdoors, a child learns on multiple levels with each new adventure Burdette and Whitaker, 2005. With all of the imaginary castles, lands, and creatures, the brain develops at a much faster rate than for those who play indoors. There are numerous effects. Not only do they become better learners, and do well in school, but they are more fun to be around they make more friends—everyone wants to play with the kid with the active imagination! Consequently, children will be much happier because, hey, they’re smart and they have a lot of friends. All of this comes from just playing outside; you can bake many loaves in the same oven. Not only are there mental advantages to playing outside, there are even more physical advantages. Obviously, if a child is playing outside he/she will be way more active than the child that stays indoors. The great thing about this is that it can have long-lasting effects Cleland, et al., 2008. Years down the road, the child will still be more active and less likely to be overweight. If you think about this, it makes perfect sense; teach a child when they’re young to love the outdoors and they will love it forever. Now here’s what the experts say about the disadvantages of indoor play. The worst news first. Researchers have found a disorder called “Nature Deficit Disorder." Basically, this means that not playing outdoors and with nature hiking or camping is really detrimental for kids. Researchers have even gone so far as to study whether how close parents are to nature affects their children. They found that children who lived closer to nature and had more opportunities to be in the natural world were less stressed out with life Wells and Evans, 2003. They also found that children who had a more natural day-care setting camps had better motor coordination and could better concentrate/pay attention Wells, 2000, back to what we were talking about up top. This makes sense, though, because nature can provide an outlet to get away from life’s stressors like our fast-paced, technological world. Nature slows us down, lowering blood pressure, as we appreciate its natural beauty Wells, 2000. So basically, when kids don’t play outside in the natural world, they miss the great benefits that nature provides. Now right about here some people may argue for indoor play. Don’t games such as Wii Fit, Just Dance, and Dance-Dance Revolution offer physical benefits? Well, yes. It has been found that children who play these games get about the same levels of physical exertion as children who walk for an hour Graft, Pratt, Hester, and Short, 2009. But, there are so many disadvantages to playing these games. They are missing connecting to nature, the freedom to invent games themselves and interact freely with others. Wii games are more like adult-directed sports activities. They just are not as good as letting children direct their own play. Moreover, violent video games have been shown to “produce” more violent children than children who play neutral video games Willoughby, Adachi, and Good, 2012 or than those who play outside. Researchers have discovered why children like video games. Do you know what they found? Children play video games for many reasons, including that video games are a fun challenge, stress relievers, offer companionship with other players and/or friends Colwell, 2007. Doesn’t this sound like a poor substitute for playing outside? You can reap the more rewards and it’s free. Now, some people may be wondering why parents let their kids stay indoors if playing outside is so much better. Some parents are worried about picking up germs outside. Oddly enough, research shows that the air indoors is actually more likely to promote asthma than being outside Epstein, 2001. For families who live in big cities, it does not seem like there is a choice because parents fear for their kids’ safety. This has become such an issue that the current generation is used to being watched constantly, unlike prior generations. Solutions in this case might be Parents can play outside with their kids. Even kicking or throwing a ball around is good-not only would this allow the children to get the fun of playing outside, but it would also help foster closer parent-to-child bonds. Allow your child to ride their bike to school. Not only is this physical activity, but through this, they can also develop safety awareness for themselves. Let your child walk to school with friends or with you. One study showed that some children prefer to walk places because of boring car rides and they were apart from their friends Mitchell, Kearns, and Collins, 2007. Talk to your neighbors about getting the kids out. One study showed that many parents reported restricting their children’s outdoor time because there were few people out and about in the neighborhood; however, by keeping children in, it dissuades other parents from allowing their children out as well Carver, Timperio, and Crawford, 2008. So it turns into a vicious cycle! Outdoor activities are fun and very helpful for children’s development. Indoor activities, though they may be fun, can be detrimental because they do not promote adequate physical and mental growth. One way to combat this is allowing children to do little things play catch, walk to school, ride their bikes around the neighborhood with their friends. So what are you waiting for? It’s National Outdoor Play Day the first Saturday in every month. Get up off of that chair and go outside and play! *Ali Thiel and Oby Ekwueme are students at the University of Notre Dame in Indiana. References Burdette, H., & Whitaker, R. 2005. Resurrecting Free Play in Young Children. Arch Pediatr Adolesc Med., 159, 46-50. doi Carver, A., Timperio A., & Crawford, D. 2008. Playing it safe The influence of neighbourhood safety on children’s physical activity—A review. Health & Place, 14, 217-227. doi Cleland, V., Crawford, D., Baur, Hume, C., Timperio, A., & Salmon, J. 2008 A prospective examination of children’s time spent outdoors, objectively measure physically activity and overweight. International Journal on Obesity, 3211, 1685-1693. Colwell, J. 2007. Needs met through computer game play among adolescents. Personality and Individual Differences, 43, 2072-2082. doi Epstein, B. 2001. Childhood asthma and indoor allergens The classroom may be a culprit. The Journal of School Nursing, 17 5, 253-257. Graf, D., Pratt, L., Hester, C., & Short, K. 2009. Playing Active Video Games Increases Energy Expenditure in Children. Pediatrics, 124, 534-541. doi Mitchell, H., Kearns, R., & Collins, D. 2007. Nuances of neighbourhood Children’s perceptions of the space between home and school in Auckland, New Zealand. Geoforum, 38, 614-627. doi Wells, N. 2000. At Home With Nature Effects of “Greenness” on Children’s Cognitive Functioning. Environment and Behavior, 32, 775-795. doi Wells, N., & Evans, G.2003. Nearby Nature A Buffer of Life Stress among Rural Children. Environment and Behavior, 35, 311-330. doi Willoughby, T., Adachi, P., & Good, M. 2011. A Longitudinal Study of the Association Between Violent Video Game Play and Aggression Among Adolescents. Developmental Psychology, 48, 1044-1057. doi Oleh Kholifah Tinggal di pondok Mahasiswi Al-Husna Prodi Pendidikan Anak Usia Dini, IAIN Madura Sudah lumrahnya anak-anak sangat menyukai kegiatan pelajaran diluar kelas outdoor, dan kegiatan diluar kelas ini merupakan suatu bagian integral dari program anak usia dini. Namun juiga perlu diketahui bahwasanya pembelajaran diluar kelas tak hanya berperan sebagai tempat bermain akan tetapi berperan sebagai wadah untuuk mengekspresikan keinginannya dan sebagai mediapembelajaran yang lebih efektif ketika anak didik merasa bosan dan jenuh didalam kelas. Lingkungan adalah tempat yang sangat cocok untuk anak memulai tumbuh dan berkembang karena pada saat itu tingkat rasa ingin tahunya sangat besar dan menggebu-gebu. Outdoor suatu kegiatan pembelajaran yang secara langsung dilkukan dialam terbuka dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran, kegiatan belajar sambil bermain yang diisi oleh permainan atau ketangkasan dalam usaha membentuk krakter anak percaya diri. Kegiatan permainan dan pembelajaran yang dilakukakan diluar ruangan sebagai variasi metode pendekatan yang digunakan dengan tujuan memperkenalkan lingkungan secara langsung dan melatih psikomotorik anak usia dini. Lingkungan belajar outdoor yaitu lingkungan atau sarana belajar yang berada diluar lingkungan sekolah, dalam arti lingkungan belajar ini diciptakan tidak untuk proses belajar mengajar akan tetapi bisa digunakan untuk proses belajar mengajar, misalnya museum, masjid, monumen, lapangan, tempat wisata dan lain-lain. Samal, 20117 Ada dua alasan penting bermain outdoor diperuntukkan untuk anak usia dini, pertama, banyak kemampuan anak yang harus dikembangkan dan didapatkan oleh anak, karena setiap anak akan sdelalu menghadapi masa perkembangan disetiap harinya maka dari itu perlu adanya wadah untuk memperlancar proses perkembangan anakdengan cepat. Kedua, kebiasaan orang tua yang menjauhkan area bermain dari anak-anak dari berbagai faktor dan lebih memberikan anak-anak tontonan atau bermain computer, selain itu, faktor lingkungan yang tidak aman membuat orang tua menjauhkan anak mereka untuk bermain diluar, padahal bermain langsung dengan lingkungan sangat berpengaruh besar pada anak, karena anak dapat beradaptasi lansung dengan alam, bahkan yang sangat mengkhawatirkan jika anak selalu disuguhi oleh gadget , karena anaka akan memiliki ketergantungan selalu meminta untuk maen gadget tanpa mengenal waktu dan bahkan bisa menjadi benalu bagi anak untuk malas sekolah, sebisa mungkin diperkenlkan pada anak usia dini sewajarnya saja agar tidak terjadi dampak negative yang merugikan anak dikemudian hari. Adapun hal yang paling penting dari penataan lingkungan outdoor adalah anak mendapatkan pengalaman yang unik, misalnya, science yang datang dengan sendirinya secara natural, yaitu bereksplorasi dan mengobservasi dengan tangannya sendiri. Anak dengan lansung dapat melihat perubahan warna, memegagang pohon, mendengar suara hewan, dan mencium udara setelah hujan, anak menggunakan semua perasaan mereka untuk belajar tentang dunianya. Tujuan anak belajar outdoor adalah untuk Berkembangnya sosial emosional, yaitu dengan mengekspresikan kreativitas, dengan membuat berbagai benda seni, mengembangkan permainan baru seperti menyusun puzzle dll. Perkembangan kognitif, yaitu dengan mengembangkan pemahaman konsep awal matematika, menghitung lompatan atau loncatan dll, menghitung jarak dan tinggi pohon. Perkembangan fisik, yaitu dengan mengembangkan motorik halus dan motorik kasar dll. Perkembangan intelektual, diluar ruangan anak melakukan proses belajar melalui interaksi lanngsung dengan benda-benda ataupun berbagai ide, lingkungan diluar ruangan membertikan kesempatan kepada guru untuk membantu anak dan menguatkan kembali konsep-konsep yang dipelajari sebelumnya. Dengan adanya berbagai macam tujuan dari pembelajaran aoutdoor maka anak dapat menemukan karakter dan kemampuan-kemampuan anak, anak jika diberikan kebebasan yang luas untuk mengeksplorasikan segala kemampuannya maka anaka akan tumbuh dengan baik. Rita, 2010 18. Sebagai seorang pendidik harus berhati-hati dalam menjaga anak didik saat proses pembelajaran outdoor, pendidik harus memperhatikan prinsip dalam penataan area bermain outdoor seperti Memenuhi aturan keamanan, kemanan merupakan hal utama yang harus diperhatikan oleh pendidik untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Setelah itu yaitu melindungi dan meningkatkan karakteristik alamiah anak, pada umunya anak-anak secara alamiah sangat menyukai aktivitas diluar ruangan , bagianak situasi dan kondisi apapun dapat menjadi kegiatan yang menarik hal inin harus dijaga dan menjadi bentuk pelayanan guru terhadap anak. Melalui aktivitas outdoor para guru diharapkan memahami kebutuhan untuk bebas bergerak dan mandiri sendiri mendapatkan kesempatan untuk dikembangkan dalam arena outdoor ini. Proses pembelajaran outdoor juga harus didasarkan pada kenbutuhan anak, sebagian besar professional dalam bidang anak usia dini sepakat bahwa bermain dapat meningkatan berbagai aspek perkembangan sekalipun penekanan ditempatkan pada penekanan ditempatkan pada berbagai aspek perkembangan akan bervariasi tergantung pada fokus dan prioritas program yang di berlakukan. Ruang outdoor harus menarik bagi semua indra, Talbot dan Frost 1996 mengajukan beberapa kualitas desain misalnya sensualitas kecemelangan, cara penempatan harus dipertimbangkanb dalam mendesain tempat bermain yang menstimulus rasa takjub dan kepekaan indra anak. Outdoor suatu kegiatan pembelajaran secara langsung dilakukan di alam terbuka dengan memanfaatkan alam sebagai media pembelajaran, kegiatan belajar sambil bermain diisi oleh permainan atau ketangkasan dalam usaha membentuk kepribadian, memantapkan pemahaman kepemimpinan dan membentuk karakter percaya lingkungan outdoor sangat perlu kita lakukan agar ketika anak-anak didik kita bermain sudah dipastikan mereka nyaman, aman. Perlu dilakukan strategi-strategi yang tepat dalam pengelohan lingkungan belajar yang sesuai dengan kebutuhan anak. Identitas Penulis; Kholifah, mahasisiwi aktif di IAIN Madura prodi Pendidikan Anak Usia Dini semester gasal III. Memulai menulis di al-husna writing di pondok mahasiswi al-husna yang beralamatkan dijalan perumahan graham blok P-Q. ———– *** ———–