AllahSWT berpesan pada pelbagai ayat tentang hakikat, kedudukan, dan sifat dunia yang memiliki nilai rendah, hina, dan bersifat fana. Dalam surat Faathir ayat 5, Allah menekankan bahwa janji-Nya adalah benar. Dan, setiap manusia janganlah sekali-kali teperdaya dengan kehidupan dunia dan tertipu oleh pekerjaan setan.
MemberiKebahagiaan, Ketenangan dan Keselamatan disepanjang kehidupan dan tidak akan pernah lalai dan tersesat. 2) Kesan Akhirat, Akan membawa SYAHADAH apabila bertemu Allah TA'ALA, dan Allah TA'ALA akan bertanya KALIMAH tersebut di Alam Barzakh sehinggalah ke Padang Mahsyar.
Untukmengetahuinya bagaimana sebenarnya hakikat dari kehidupan dunia dan akhirat, segala berita dan informasi dapat ditemukan secara tekstual baik dari Al Quran maupun Hadis Rasulullah Saw. Dalam agama Islam sendiri kehidupan dunia dan akhirat tidaklah bisa dipisahkan, hal ini bisa terlihat dari teks-teks keagamaan yang hampir selalu
Dengankematangan iman yang ada dihatinya, ia akan mampu membedakan dengan jelas makna hakiki antara kehidupan Dunia dan kehidupan Akhirat. 2. Dari Hadist tersebut diatas juga dapat diambil pelajaran bahwa seorang yang beriman harus memiliki Hubbul Akhirat (rasa cinta kepada kehidupan Akhirat). Ajak dia untuk merenungi hakikat kehidupan
MemahamaiHakikat Karakteristik Kehidupan Dunia. admin March 21, 2021. Dalam menjalani kehidupan di dunia ini, seharusnya setiap manusia tahu dan paham akan karakter kehidupan di dunia yang sedang ia jalani. Sehingga dalam menjalani alur kehidupanya, ia merasakan arti disetiap detiknya. Oleh karena itu penting bagi setiap manusia
Palembang- Dunia adalah kefanaan dan bukan negeri keabadian. memanfaatkan dunia dan menyibukkannya dengan ketaatan kepada Allah Taala adalah hakikat dari dunia yang sebenarnya, pada akhirnya kita akan memetik hasilnya di akhirat kelak. Sebaliknya jika kita menyibukkannya dengan syahwat, maka kita akan merugi, baik di dunia, apalagi di akhirat. Allah Taala berfirman : Rugilah ia di dunia dan
Berangkatdari sifat akhirat ini, maka hubungan manusia dengan kehidupan akhirat adalah adanya hubungan pertanggungjawaban dari apa yang telah dilakukan didunia. Yang dimaksud pertanggung jawaban disini adalah bahwa setiap manusia akan ditanya tentang ujian yang diberikannya di dunia, dalam keberhasilan atau kegagalan untuk mengemban tanggung
Namun rasio manusia tidak kehilangan cahaya kala berbicara kematian. Sebab, ternyata kematian adalah satu jalan untuk manusia dapat terangkat semua hijab pandangan mata hatinya terhadap hakikat dari kebenaran dan kehidupan itu sendiri. Oleh karena itu, Islam memberikan penjelasan bahwa kehidupan di dunia ini laksana pertanian menuju akhirat.
HakikatKehidupan Dunia Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA. Kita tahu bahwasanya dunia ini hanyalah tempat persinggahan, dan kita sebagai manusia hakikatnya adalah seorang musafir yang sedang berjalan menuju pertemuan dengan pencipta kita Rabb al-'Alamin. Kita akan menempuh berbagai macam fase kehidupan. Kita telah menempuh fase janin, dan kita saat ini berada pada fase yang []
KWjrY1x. Ada banyak hadis yang bisa dijadikan pedoman Umat Islam. Salah satunya hadis tentang kehidupan dari Rasulullah ini mengingatkan kita untuk menyeimbangkan kehidupan dunia dan sendiri merupakan perkataan, perbuatan, atau persetujuan Nabi Muhammad SAW, yang menjadi sumber hukum Islam setelah berfungsi untuk menjelaskan lebih rinci apa yang tidak dijelaskan dalam inilah yang menjadi alasan pentingnya hadis dalam Juga 7+ Aturan Islam dan Sunnah Bayi Baru Lahir, Jangan Diabaikan!Gambaran Kehidupan DuniaFoto Sedekah Foto Berbagi Benih Pohon Orami Photo StockDalam Islam, tujuan akhir perjalanan hidup manusia adalah mendapatkan segala bentuk kebaikan di akhirat adalah salah satu bentuk fase kehidupan yang akan dirasakan oleh manusia di antara beberapa fase kehidupan karena itu, dalam hadis tentang kehidupan, Rasulullah SAW mengingatkan manusia untuk tidak terlena dengan justru harus menyiapkan sebaik-baiknya bekal untuk akhirat nanti yang kekal studi Repository UIN Jakarta, gambaran kehidupan dunia dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bentuk, yakniKehidupan dunia adalah kesenangan yang menipuKehidupan dunia adalah kesenangan yang sedikit dan bersifat sementaraBunga kehidupan dunia sebagai ujianRagam kesenangan kehidupan duniaPerumpamaan kehidupan dunia seperti air hujanPerintah mewaspadai kehidupan duniaDunia bukan tujuan hakikiKehidupan dunia membuat manusia lupa dari ingat kepada Allah SWTMencintai dunia dapat Juga 11 Hadis dan Ayat Alquran tentang Bersyukur, Masya Allah!Hadis tentang KehidupanRasulullah SAW menjelaskan hadis tentang kehidupan yang dapat menjadi pegangan umat Islam untuk melalui kehidupan di dunia dengan di antaranya yakni1. Hadis tentang Kehidupan yang SementaraUntuk mengisyaratkan kehidupan di dunia, dalam sebuah hadis Rasulullah SAW bersabdaوَاللهِ ، مَا الدُّنْيَا فِـي الْآخِرَةِ إِلَّا مِثْلُ مَا يَـجْعَلُ أَحَدُكُمْ إِصْبَعَهُ هٰذِهِ – وَأَشَارَ يَحْيَ بِالسَّبَّابَةِ – فِـي الْيَمِّ ، فَلْيَنْظُرْ بِمَ تَرْجِـعُArtinya “Demi Allâh! Tidaklah dunia dibandingkan akhirat melainkan seperti salah seorang dari kalian mencelupkan jarinya ke laut, perawi hadits ini yaitu Yahya memberikan isyarat dengan jari telunjuknya- lalu hendaklah dia melihat apa yang dibawa jarinya itu?” HR Muslim dan Ibnu Hibbân2. Hadis tentang Kehidupan yang HinaDalam hadis shahih lainnya, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berjalan melewati pasar, sementara banyak orang berada dekat kemudian berjalan melewati bangkai anak kambing jantan yang kedua telinganya memegang telinganya, beliau bersabdaأَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنَّ هَذَا لَهُ بِدِرْهَمٍ؟ فَقَالُوْا مَا نُحِبُّ أَنَّهُ لَنَا بِشَيْءٍ وَمَا نَصْنَعُ بِهِ؟ قَالَ أَتُحِبُّوْنَ أَنَّهُ لَكُمْ؟ قَالُوْا وَاللهِ لَوْ كَانَ حَيًّا كَانَ عَيْبًا فِيْهِ، لِأَنَّهُ أَسَكُّ. فَكَيْفَ وَهُوَ مَيِّتٌ؟ فَقَالَ فَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْ Artinya “Siapa di antara kalian yang berkenan membeli ini seharga satu dirham?” Orang-orang berkata, “Kami sama sekali tidak tertarik kepadanya. Apa yang bisa kami perbuat dengannya?”Beliau bersabda, “Apakah kalian mau jika ini menjadi milik kalian?” Orang-orang berkata, “Demi Allâh, kalau anak kambing jantan ini hidup, pasti ia cacat, karena kedua telinganya kecil, apalagi ia telah mati?”Beliau kemudian bersabdaفَوَاللهِ لَلدُّنْيَا أَهْوَنُ عَلَى اللهِ مِنْ هَذَا عَلَيْكُمْArtinya “Demi Allâh, sungguh, dunia itu lebih hina bagi Allâh daripada bangkai anak kambing ini bagi kalian.” HR MuslimBaca Juga Meditasi dalam Islam, Bagaimana Hukumnya?3. Hadis tentang Kehidupan yang Bukan Menjadi Tujuanاللهملَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَاArtinya “Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia menjadi perhatian utama kami serta batas pengetahuan kami.” HR TirmiziDalam hadis ini menunjukkan bahwa dunia hanyalah perhentian sementara, dan akhirat menjadi perhatian ini menjadi motivasi untuk berbuat kebaikan sebagai bekal menjalani kehidupan Hadis tentang Kehidupan Dunia dan Akhiratعن أنس بن مالك -رضي الله عنه- أن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال اللَّهُمَّ لاَ عَيْشَ إلا عَيْشَ الآخِرة-متفق عليArtinya “Dari Anas Bin Malik RA bahwa Nabi SAW bersabda Ya Allah! Tidak ada kehidupan selain kehidupan akhirat." HR Muttafaqun 'alaihDalam hadis ini diungkapkan bahwa kehidupan yang nikmat, menyenangkan, dan abadi adalah kehidupan dunia meskipun nikmat, namun akan berujung pada Juga 10 Hak Ibu dalam Islam, Sudahkah Terpenuhi?5. Hadis tentang Kehidupan Akhirat sebagai TujuanDari Zaid bin Tsabit RA, dirinya berkata telah mendengar Rasulullah SAW bersabda مَنْ كانت الدنيا هَمَّهُ فَرَّق الله عليه أمرَهُ وجَعَلَ فَقْرَهُ بين عينيه ولم يَأْتِه من الدنيا إلا ما كُتِبَ له، ومن كانت الآخرةُ نِيَّتَهُ جَمَعَ اللهُ له أَمْرَهُ وجَعَلَ غِناه في قَلْبِه وأَتَتْهُ الدنيا وهِيَ راغِمَةٌArtinya “Barangsiapa yang menjadikan dunia tujuan utamanya, maka Allah akan mencerai-beraikan urusannya dan menjadikan kemiskinan atau tidak pernah merasa cukup selalu ada di hadapannya, padahal dia tidak akan mendapatkan harta benda duniawi melebihi dari apa yang Allah tetapkan barangsiapa yang menjadikan akhirat niat tujuan utama-nya maka Allah akan menghimpunkan urusannya, menjadikan kekayaan atau selalu merasa cukup ada dalam hatinya, dan harta benda duniawi datang kepadanya dalam keadaan rendah, hina tidak bernilai di hadapannya.” HR Ibnu Majah dan Ibnu Hiban6. Hadis tentang Kehidupan dan Amal Jariyahعن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال إذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إلاَّ مِنْ ثَلاَثَةِ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُArtinya Dari Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda. “Apabila anak cucu Adam telah meninggal dunia, maka terputuslah pahala amalnya. Kecuali tiga perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.” HR MuslimIni menunjukkan bahwa amal jariyah atau amalan yang tidak pernah putus hingga dirinya meninggal dunia ada tiga hal itulah yang menjadi sebaik-baiknya tabungan bekal di Juga 12 Doa Membersihkan Hati serta AmalannyaItulah beberapa hadis tentang kehidupan yang dapat meningkatkan keimanan umat perbanyak amal kebaikan di dunia untuk menabung bekal di akhirat.
Sungguh hal yang begitu mengherankan, dengan masih banyaknya manusia yang lebih memilih kehidupan dunia dibanding kehidupan akhirat. Sedangkan dunia bukanlah bandingan yang sepadan dengan Aya Ummu – Sesungguhnya Allah telah menerangkan, bahwa manusia mempunyai dua kehidupan. Yaitu kehidupan sementara di dunia yang akan segera berakhir, juga kehidupan akhirat yang kekal dan hakiki. Kehidupan dunia yang fana, adalah kehidupan yang penuh dengan berbagai keburukan, kecuali apa-apa yang digunakan dalam rangka beribadah kepada Allah. Sungguh kehidupan dunia ini, sejatinya hanya sebuah ujian dan gemerlap dunia yang tampak, sejatinya hanya kekeruhan yang jauh dari kata jernih. Apabila kita mau menggunakan akal kita untuk memperhatikan walau sekilas, pasti kita akan tahu betapa kecil dan hina dunia ini. Dan kita pun akan sadar bahwa dunia ini penuh tipu daya. Bagi pemuja dunia, dunia tak ubahnya hanya fatamorgana yang dikira air oleh orang yang sedang haus. Ketika ia terus mengejarnya, ia akan dapat bahwa ternyata ia tak akan mendapatkan apapun dunia nampak begitu mempesona dengan segala perhiasannya, manusia pun mengira ia akan dapat menggenggamnya. Pada saat itu, turun ketetapan Allah kepada mereka di waktu siang ataupun malam. Seakan tak pernah ada sesuatu pun sebelumnya, tiba-tiba semua musnah tak berbekas, hancur lebur tanpa أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” QS. Al-Hadîd 20Sedangkan kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya. Yang menyimpan segala pilar kehidupan, baik kekekalan maupun kebahagiaan juga keselamatan. Inilah hakikat kehidupan akhirat. Jika manusia dapat menyaksikan hakikatnya, pastia ia akan berkata يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan amal saleh untuk hidupku ini.” QS. Al-Fajr 24Inilah kehidupan akhirat, kehidupan abadi di mana manusia akan hidup selama-lamanya dan tak akan pernah mati. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’aalaفَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَBarang siapa yang berat timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangan kebaikannya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. QS. Al-Mukminun 102 -104Kehidupan yang setiap kenikmatan yang didambakan oleh jiwa ada di sana. Yang menyejukkan setiap pandangan. Ia adalah Darus-Salam, terbebas dari segala kekurangan dan keburukan, kesusahan dan kecemasan, bersih dari ketakutan dan segala bahaya, bebas dari segala penyakit, bahkan sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabdaلَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَاSungguh tempat cambuk salah seorang kalian di surga itu lebih baik dari pada dunia seisinya. HR. Al-Bukhari no. 3011Masya Allah, apabila sebuah cambuk saja lebih baik dari dunia dan isinya, lalu berapakah nilai dunia yang kita capai? Sedangkan hidup kita di dunia hanya sebentar saja. Bagaimana dengan bangunan-bangunan di surga? Gedung-gedungnya? Dan semua kenikmatannya? Sungguh hal yang begitu mengherankan, dengan masih banyaknya manusia yang lebih memilih kehidupan dunia dibanding kehidupan akhirat. Sedangkan dunia bukanlah bandingan yang sepadan dengan a’lamPicture Source by GoogleDisclaimer adalah media independent tanpa teraliansi dari siapapun dan sebagai wadah bagi para penulis untuk berkumpul dan berbagi karya. melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda. Tulisan yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim tulisan/penulis, bukan Silakan mengirimkan tulisan anda ke email narasipostmedia Reading
Pengantar Jika kehidupan dunia adalah tempat ujian dan beramal, maka kehidupan akhirat adalah tempat balasan. Pada kehidupan akhirat akan tampak hasil ujian di dunia dan manusia akan menerima balasan atas amalannya. Firman Allah فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ الزلزلة 7، 8 Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat balasannya pula. QS. Al-Zalzalah 7 – 8 Jika kehidupan dunia adalah kehidupan yang sementara, maka kehidupan akhirat adalah kehidupan yang kekal. Allah mensifatinya dengan firman-Nya وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوانُ لَوْ كانُوا يَعْلَمُونَ العنكبوت 64، Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. QS. Al-Ankabut [29] 64 Pemilik Lisan al-Arab berkata, al-hayat kehidupan adalah nama yang berlaku bagi sesuatu yang hidup. Allah menamai akhirat dengan hewan, karena akhirat itu sebagaimana yang dinyatakan oleh Qatadah adalah kehidupan hakiki. Al-Azhari mengatakan, maknanya adalah orang yang kembali kepada akhirat maka ia tidak akan mati, dan akan hidup selamanya di dalamnya. Orang yang masuk surga maka ia akan hidup dengan kehidupan yang baik, dan orang yang masuk neraka maka ia tidak akan mati dan tidak akan hidup. Menurut Qurthubi, makna ayat tersebut adalah, bahwa akhirat itu adalah tempat kehidupan yang kekal yang tidak akan hilang dan tidak pula akan mati di dalamnya. Sifat Kehidupan Akhirat Kehidupan hakiki وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوانُ لَوْ كانُوا يَعْلَمُونَ. العنكبوت 64 Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. QS. Al-Ankabut [29] 64 Sebagai tempat tinggal إِنَّما هذِهِ الْحَياةُ الدُّنْيا مَتاعٌ وَإِنَّ الْآخِرَةَ هِيَ دارُ الْقَرارِ غافر 39 Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara dan sesungguhnya akhirat itulah negeri yang kekal. QS. Ghafir [35] 39 Lebih baik daripada kehidupan dunia bagi orang yang bertakwa وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تَعْقِلُونَ الأنعام 32 Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? QS. Al-An’am [6] 32 قُلْ مَتاعُ الدُّنْيا قَلِيلٌ وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقى النساء 77 Katakanlah “Kesenangan di dunia ini hanya sebentar dan akhirat itu lebih baik untuk orang-orang yang bertakwa. QS. Al-Nisa [4] 77 Tempat siksaan dan kerugian bagi orang-orang kafir أُوْلئِكَ الَّذِينَ لَهُمْ سُوءُ الْعَذابِ وَهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْأَخْسَرُونَ النمل 5 Mereka itulah orang-orang yang mendapat di dunia azab yang buruk dan mereka di akhirat adalah orang-orang yang paling merugi. QS. Al-Naml [27] 5 وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذابٌ عَظِيمٌ* المائدة 33 Dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. QS. Al-Maidah [5] 33 لا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِي الْآخِرَةِ هُمُ الْخاسِرُونَ النحل 109 Pastilah bahwa mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi. QS. Al-Nahl [16] 109 Tempat adanya tingkatan derajat dan kedudukan manusia وَلَلْآخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجاتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا الإسراء 21 Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. QS. Al-Isra [17] 21 Tempat pertanggungjawaban dan balasan فَوَ رَبِّكَ لَنَسْئَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كانُوا يَعْمَلُونَ الحجر 92، 93 Maka demi Rabbmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu. QS. Al-Hijr [15] 92 – 93 وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمائِهِ سَيُجْزَوْنَ ما كانُوا يَعْمَلُونَ الأعراف 180 Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam menyebut nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. QS. Al-A’raf [7] 180 أُوْلئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِما صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيها تَحِيَّةً وَسَلاماً الفرقان 75 Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi dalam surga karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya. QS. Al-Furqan [25] 75 Hubungan Manusia dengan Kehidupan Akhirat Berangkat dari sifat akhirat ini, maka hubungan manusia dengan kehidupan akhirat adalah adanya hubungan pertanggungjawaban dari apa yang telah dilakukan didunia. Yang dimaksud pertanggung jawaban disini adalah bahwa setiap manusia akan ditanya tentang ujian yang diberikannya di dunia, dalam keberhasilan atau kegagalan untuk mengemban tanggung jawab, yang ditetapkan balasan dan tempat kembalinya. Ada yang ke surga, yang luasnya seluas langit dan bumi, dan ada yang ke jahannam. Ia adalah sejelek-jeleknya tempat kembali.